Diajengani’s Weblog

Catatan Harian Bu Guru

Allah tolong dia melalui kasus Ryan

Ditulis oleh diajengani di/pada Desember 5, 2008

Apakah negeri ini sudah begitu banyak kehilanganorang-orang yang berhati nurani

Semalam saya melihat acara apa kabar indonesia di salah satu stasiun TV. di situ tampil Kemat cs yang awalnya dijatuhi hukuman atas perbuatan yang tidak pernah mereka lakukan.

Saya benar-benar tercengang ketika mereka berkisah bagaimanamereka dipaksa mengakui dosa yang tidak pernah mereka lakukan. mereka dipukuli. dan sebagai orang kecil yang lugu mereka akhirnya mengaku cuma karena berpikir “yang penting tidak disiksa lagi.

Dengan mendengarkan langsung kisah mereka saya yakin polisi bukan “cuma salah tangkap” karena kalau salah tangkap kan karena bukti yang ada menunjuk pada mereka tapi ternyata salah. tapi ini?

Benar-benar luar biasa hati polisi-polisi ini. mereka sudah benar-benar kehilangan hati nurani. jelas-jelas mereka tak punya barang bukti kok ya pisau yang sedang digunakan untuk memasak danggap sebagai barang bukti. berarti jelas bahwa mereka hanya berpikir yang penting ada tersangka.

Tak dapat saya bayangkan hati ketiga orang itu. mereka pasti berpikir masa depannya sudah hancur. dan bila kini mereka bisa bebas. saya yakin karena mereka benar-benar sudah pasrah p0ada Allah. ketika kepasrahan telah sampai titik tertinggi di situlah “tangan Allah bergerak’. doa mereka dijawab dengan tertangkapnya Ryan si pembunuh berantai. Saat Ryan mengakui bahwa Mr X adalah Asrori dan terbukti dengan tes DNA maka itu adalah bukti yang tak terbantahkan lagi bahwa pihak-pihak yang mengurusi penemuan mayat di kebun tebu telah melakukan kesalahan besar.

Saya tak punya ilmu yang cukup untuk membahas tentang bagaimana cara mengidentifikasi mayat, tapi saya hanya ingin berbicara dengan hati nurani saya.  kalau cara mebuat orang mengaku adalah dengan cara memukuli maka saya yakin orang-orang tak punya merasa mereka tak punya pilihan lain. dan mereka hanya bisa bersandar pada pemikiran bahwa Allah pasti akan menegakkan keadilan.

Saya berpikir tertangkapnya Ryan tak lepas dari ’skenario’ Allah tuk menolong orang yang tak berdaya itu yang tlah benar-benra menyerahkan nasibnya padaNYa dengan pengaduan tiada henti dalam setiap waktu-waktunya.

Seharusnya dari hal ini kepolisian benar-benar bertobat dan tak lagi memaksa orang mengaku dengan cara menyiksa.

Apakah mereka tak takut Azab Allah?

Atau bila mereka memang sudah melupakan adanya hari pembalasan, setidaknya mereka berpikir adanya hukum karma. apakah mereka tak takut bila mereka atau anak-anak mereka mengalami nasib yang sama. mungkin tak sama persis kejadiannya tapi masih seputar dituduh bersalah untuk hal yang tidak pernah mereka lakukan.

Ah..negara ini memang sudah sedemikian semrawutnya. maka tak heran bila banyak masyarakat yang sudah tak percaya dengan kepolisian.

Bahkan di desa saya banyak orang bilang kalau ada apa-apa jangan lapor polisi. kalau lapor polisi itu ibarat sedih karena kehilangan ayam tapi malah jadi kehilangan kambing. karena kalau kita kehilangan sesuatu trus lapor polisi biasanya harus bayar ini itu bila ingin kasusnya ditangani.

Oh indonesia…bila sedemikian buruknya akhlak para penghuninya maka tak heran bila azab Allah turun berupa bencana alam di sana sini yang hampir terjadi setiap hari.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>