Diajengani’s Weblog

Catatan Harian Bu Guru

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘remaja’

Remaja Indonesia, Kenapa Tak Bisa Dibanggakan?

Ditulis oleh diajengani di/pada Maret 23, 2009

Pribadi negatif, rendah diri, lemah, manja, mengedepankan emosi. Itulah yang terpikir di benak saya kala terlintas kata ”remaja Indonesia masa kini”. Pikiran itu begitu kuat melekat dalam pikiran saya karena sampai sekarang jarang sekali terdengar kabar tentang adanya remaja indonesia yang mengharumkan nama bangsa.

Hal ini makin diperparah dengan banyaknya kasus kriminal yang dilakukan para remaja. Saya sulit melihat remaja Indonesia dengan kacamata positif karena begitu banyak contoh kejadian yang semakin memperkuat pemikiran saya bahwa remaja Indonesia betul-betul calon penerus bangsa yang parah.

Fenomena ini dapat di lihat dalam keseharian mereka di mana mereka tanpa malu mengakui bahwa mereka memang orang-orang dengan bodoh dengan mencontek ketika ulangan. Ketika mereka mempersiapkan contekan untuk ulangan mata pelajaran tertentu ini menunjukkan bahwa mereka memang merasa daya ingat mereka lemah (kalau tak menganggap diri sendiri bodoh tentu saja mereka lebih memilih belajar daripada membuat contekan. Toh sama-sama harus membaca materi ulangan)

Bahwa mereka adalah orang-orang yang terlalu mudah mengedepankan emosi juga terlihat dari banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan para remaja seperti tawuran antar pelajar, beredarnya video kekerasan pelajar dll. Tapi hadirnya remaja dengan mental seperti itu tak bisa membuat kita menyalahkan remaja begitu saja. Karena sebuah pribadi terbentuk melalui proses yang panjang yang disebut pola asuh. Orang tua jaman sekarang terlihat begitu sibuk menyiapkan anak-anaknya secara fisik tapi sering lupa tuk mempersiapkan mental anaknya.

Hal ini dapat dilihat dengan begitu sibuknya orang tua dalam mencari nafkah sehingga mereka hanya menyerahkan pengasuhan anaknya pada pembantu atau lebih parahnya pada televisi. Kondisi ini makin diperparah dengan sistem pendidikan di Indonesia yang lebih mementingkan pembentukan otak siswa.

Tidak sedikit orang tua yang tanpa sadar mengajarkan pada anaknya untuk menganggap kebohongan sebagai hal biasa. Misalnya, meminta anak untuk mandi dengan iming-iming akan diajak jalan-jalan yang ternyata janji itu tidak ditepati. Kalau melihat hal ini, saya jadi berpikir ternyata kita tidak bisa menyalahkan remaja saja. Karena mereka tak akan jadi seperti itu tanpa andil orang-orang yang mengasuh mereka sedari kecil.

Ditulis dalam pendidikan anak | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »